Forgot password ubuntu 20.04 server on Vmware Vsphere

lupa password server, atau tidak diberikan password server oleh pemegang sebelumnya adalah hal yang menyebalkan. jika servernya berbentuk fisik, kamu harus mendatangi data center dimana letak server tersebut berada untuk melakukan reset password.

untungnya, dunia sudah canggih, saat ini hampir 90 % server berbentuk virtual. maka kegiatan reset password dapat dilakukan secara remote.

oh, iya, kegiatan ini adalah rangkaian dari sebuah kegiatan diantaranya reserve engineering sebuah server. oke langsung saja ke cara mereset password ubuntu 20.04 server di vmware vsphere.

  1. login kedalam dashboard vmware, kemudian, edit server virtual yang akan di reset.

reset

2. pada tab vm options, menu boot options, isikan lama delay server saat boot, terserah, saya isi dengan 10 sec.

reset23. kemudian, reboot server

Screenshot (3)_LI4. setelah reboot, akan muncul boot option seperti dibawah ini

reset-root-password-on-ubuntu-20-04-015. ketik “e” tanpa kutip untuk edit file boot . maka akan muncul tampilan seperti ini

reset-root-password-on-ubuntu-20-04-026. perhatikan, dan fokus hanya pada tulisan ro quiet splash $vt_handoff

reset-root-password-on-ubuntu-20-04-037. ganti tulisan tersebut menjadi rw init=/bin/bash

reset-root-password-on-ubuntu-20-04-048. setelah selesai edit, tekan Ctrl+x untuk reboot servernya.

9.server akan reboot dan akan menampilkan seperti dibawah ini

reset-root-password-on-ubuntu-20-04-0510. ketik mount | grep -w / pada console untuk verifikasi letak disk OS ubuntu nya

reset-root-password-on-ubuntu-20-04-0611. jika sudah tepat, ketik passwd pada console untuk merubah password root server

reset-root-password-on-ubuntu-20-04-0712. setelah berhasil, ketik exec /sbin/init untuk reboot server, dan silahkan, server sudah bisa login dengan user root dan password yang baru dibuat.

 

terima kasih.

Bagikan saja, itu tidak berat

konfigurasi mysql database master-slave untuk replikasi searah

ide ini sudah muncul sedari lama, namun saya baru bisa mengeksekusi akhir-akhir ini. awal munculnya ide ini karena ada kebutuhan dan permasalahan yang dihadapi oleh client dimana saya sebagai konsultannya.

awal permasalahannya adalah client tidak memiliki sistem backup sama sekali. untuk tindakan urgensi, saat itu saya membuatkan system backup yang berjalan setiap jam tertentu. namun, system backupnya hanya berbentuk dump dengan file ekstensi .sql. langkah ini saya tawarkan karena kebutuhan mendesak dan harus segera dieksekusi untuk melindungi data dari kegagalan fungsi sebuah system.

system backup yang berbentuk file hasil dump tersebut saya kirim dari server production ke server backup dengan tujuan jika ada kegagalan fungsi pada server production, mereka masih memiliki data hasil backup terjadwal.

sejauh ini, metode diatas sangat bermanfaat, terbukti beberapa kali server production mengalami gagal fungsi, antara lain: disk crash, network fail, system error dll, untuk mengembalikan system agar berjalan kembali, tentunya di restore dari file hasil backup tersebut.

namun, permasalahan berikutnya pasti akan muncul. tentunya ini berdasarkan tuntutan ya, jika client tidak nuntut, harusnya masih nyaman-nyaman saja dengan metode diatas. yang ada dalam benak saya beberapa waktu lalu, bagaimana jika client menuntut untuk data backup itu realtime,? artinya, jika data di input, misalnya huruf A pada server production, data huruf A tersebut juga langsung berada pada server backup secara realtime? tentunya metode backup terjadwal bukan lagi jawaban atas masalah ini.

mysql database master-slave adalah solusinya. dengan konfigurasi ini, maka data akan dikirim secara realtime dengan jeda data loss sangat kecil, ya sekian detiklah. ini tergantung dari kecepatan Network antara database master yang mengirim ke database slave, selain network, kecepatan menulis dan membaca pada disk atau yang dalam bahasa IT nya IOPS juga sangat berpengaruh.

untuk melakukan konfigurasi tersebut, gampang-gampang susah, jika anda hoki, mungkin mengikuti tutorial yang bertebaran di internet, bisa langsung implementasi. tapi saran dari saya, sebaiknya anda khatam dulu tentang Server dasar, kemudian khatam database enginer. kemudian memperkaya jam terbang dengan menyelesaikan berbagai persoalan hidup server. dengan begitu, anda akan paham dengan apa yang anda ketik, yang anda lalukan diserver. jadi kemungkinan salah eksekusi sangat tipis. jika anda tidak memahami itu, bisa saja anda salah eksekusi, misalnya menghapus database, atau mengubah privileges dari user server, seperti yang sering saya temui.

Screenshot_18

gambar diatas adalah salah satu perintah fatal yang dilakukan didalam server yang saya temui.

oke, kita langsung saja masuk ya ke teknisnya, sekarang saya memiliki dua server, yang pertama adalah master, dan yang kedua adalah slave. inti dari replikasi ini adalah bagaimana server slave dapat membaca binary log dari server master. maka, konfigurasi awal adalah pada server master

konfigurasi pada server master.

edit file berikut dan masukkan konfigruasi atau sesuaikan

[root@Master ~]# vim /etc/my.cnf
[mysqld]
log-bin=/data/bin/mysql-bin
binlog-format=row
server-id=1

2. membuat direktory binary log

[root@Master ~]# mkdir /data/bin
[root@Master ~]# chown -R mysql:mysql /data/bin

3. restart service mysql

[root@Master ~]# systemctl restart mysql

4. lihat hasil konfigurasi dengan perintah

[root@Master ~]# mysql -e "SHOW MASTER LOGS;"
+------------------+-----------+
| Log_name         | File_size |
+------------------+-----------+
| mysql-bin.000001 |     26753 |
+------------------+-----------+

5. membuat user mysql untuk melakukan replikasi

"GRANT REPLICATION SLAVE ON *.* TO 'repluser'@'IP SERVER SLAVE' IDENTIFIED BY 'DISIPASSWD';"

Konfigurasi pada server slave.

  1. tambahkan atau modifikasi file berikut
[root@Slave ~]# vim /etc/my.cnf
[mysqld]
read-only
server-id=2

2. restart service mysql

[root@Slave ~]# systemctl restart mysql

3. menambahkan konfigurasi pada mysql

MariaDB [(none)]> CHANGE MASTER TO MASTER_HOST='IP MASTER', MASTER_USER='repluser', MASTER_PASSWORD='PASSWDYGTADI', MASTER_LOG_FILE='mysql-bin.000001', MASTER_LOG_POS=26753;
MariaDB [(none)]> START SLAVE;
MariaDB [(none)]> SHOW SLAVE STATUS\G

jika konfigurasi berhasil, harusnya akan muncul tampilan seperti dibawah ini.

Screenshot_8

sampai disini, tujuan sudah tercapai, yaitu mysql database replikasi searah secara realtime. disini perlu adanya monitoring dan throubleshooting jika ada error pada system replikasi. selain monitoring dan throubleshooting, diperlukan juga tunning database untuk performa lebih baik.

Saya Riyanto, seorang Sysadmin. familiar dengan linux server dan Open source. jika butuh dukungan, bisa hubungi saya pada surel riyanto1337@gmail.com

Bagikan saja, itu tidak berat

mengatasi masalah blank page index.php pada codeigniter

setelah sekian lamanya mencari tau masalah error blank page pada codeigniter, akhirnya bisa ketahuan dengan menghidupkan error log pada file index.php nya karena error log tidak terbaca pada nginx.

cara nya adalah dengan edit file index.php pada root directory codeigniternya dan merubah production menjadi development.

define('ENVIRONMENT', isset($_SERVER['CI_ENV']) ? $_SERVER['CI_ENV'] : 'development');

kemudian, buka kembali aplikasi melalui browser, maka akan muncul error penyebab index.php nya blank.

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: pg_connect(): Unable to connect to PostgreSQL server: FATAL: database "sidesa_neiw" does not exist

Filename: postgre/postgre_driver.php

Line Number: 154

Backtrace:

nah, dari sana kelihatan penyebab error blanknya, yaitu database yang tidak sesuai. dari sana tinggal perbaiki penyebabkan.

 

oke sekian

Bagikan saja, itu tidak berat

Mengatasi masalah mailer LPSE

masalah ini pertama muncul saat saya mendapat laporan dari UKPBJ bahwasannya penyedia tidak mendapatkan balasan email, baik pendaftaran maupun reset password

hal yang saya lakukan adalah login ke server, memastikan koneksi ke mailer lkpp terkoneksi, setelah saya cek, rupanya tidak terkoneksi mailernya dari server lpse ke server lkpp.

status connect, tapi tidak respon

status connect, tapi tidak respon

pengujian dengan mengetikkan perintah

telnet mail.lpse.lkpp.go.id 465

kemudian, saya doble check dengan telnet dari laptop local saya. hasilnya

nah ini yang benar

nah ini yang benar

rupanya error terjadi karena server mail lpse lkpp IP nya berubah. cara perbaikan di server lpse nya adalah dengan melakukan edit file hosts, dengan perintah

nano /etc/hosts

sesuaikan seperti ini

sesuaikan seperti ini

jika sudah, jangan lupa save, kemudian lakukan perintah pengujian telnet seperti diatas

telnet mail.lpse.lkpp.go.id 465

dan pastikan, responnya sudah seperti gambar dibawah ini :

nah ini yang benar

nah ini yang benar

jika sudah seperti gambar tsb, berarti sudah berhasil di perbaiki dan silahkan di coba dengan mendaftarkan penyedia,

SARAN : gunakanlah mailer sendiri, karena mialer LKPP saya lihat sudah ngos ngosan.

 

terima kasih.

 

Bagikan saja, itu tidak berat

High avaibility moodle server using nginx load balancer and nfs server

nah loh, judulnya pakai bahasa inggris , yaitu High avaibility moodle server using nginx load balancer and nfs server , biar keren aja sih, karena saya akan tetap menulisnya dalam bahasa indonesia, saya kan cinta negeri ini, hehehe

oiya, hari ini saya sedang cukup bahagia, sebabnya saya iseng-iseng cek judul artikel, eh, muncul di page one nya google. gimana gak bahagia coba, artikel saya bersaing paling banyak di lihat dengan website-website kelas kakap di dunia. hahaha.

http://mandrivaputri.info

http://mandrivaputri.info

artikel yang mana ? yang ini http://mandrivaputri.info/2018/07/cara-load-balancing-web-server-dengan-haproxy-dan-glusterfs/

nah, artikel yang saya tulis ini adalah sambungan dari artikel diatas, hanya berbeda metode dan kebutuhan. maksudnya tetap sama.

selamat membaca dan selamat berbahagia untuk kalian yang sedang berlibur panjang dengan keluarga. salam hangat dari saya yang tersandar sendirian di kamar kosan. apalah daya, keluarga jauh. semoga harapan kita semua bisa tercapai 🙂 🙂 🙂 🙂 🙂 😉 😉 🙁 🙁 ;'(

jadi, saya mendapatkan tugas, ya sekalian saya anggap sebagai tantangan, sejauh mana kemampuan otak dan tenaga saya mampu menyelesaikan tugas tersebut.

tugasnya adalah : membangun dan mengoptimasi website learning manajement system dengan moodle

sebelumnya, website ini sudah ada, tapi diaksesnya lambat, dan terdapat beberapa trouble yang lumayan bikin bingung untuk mengatasinya.

sebelum melakukan aksi, terlebih dahulu saya menggali informasi tentang aplikasi tersebut, khususnya user akses. yang perlu di ketahui adalah :

  1. berapa banyak user yang akan mengakses aplikasi tersebut ?
  2. apakah random, atau concurrent ?
  3. berapa besar BW internet yang tersedia?
  4. berapa besar resource server yang tersedia ?

dari analisa diatas, dapat dihitung kebutuhannya. misalnya BW yang dibutuhkan, jumlah core CPU, jumlah RAM dan disk. disini saya memutuskan awal menggunakan total RAM 15 GB , CPU 4 core pada setiap server.

setelah melakukan analisa, saya mulai mengeksekusi tugas tersebut. oh, hal ini yang dinamakan analis sistem. tugasnya seorang sistem analis, tapi pada kasus kebanyakan, yang analis juga yang mengeksekusi, wkwkwkw. ya gapapalah, yang penting nambah ilmu, minimal jadi portofolio kali aja saya ditendang dari sini dan pindah ke tempat baru hahahaha

solusi dari permasalah diatas adalah saya menawarkan load balancing server. karena menggunakan moodle, yaitu sebuah aplikasi open source, maka kita tidak terlalu banyak bisa mengoptimasi sari sisi codingnya.

nah, mahalnya disini. ketika ada solusi. 😀 , kalau eksekusi kan hanya tinggal jalankan saja.

load balancing adalah membagi beban aplikasi yang di distribusikan ke beberapa server. 

begini diagramnya.

begini diagramnya.

metode diatas menggunakan tiga buah server apps, satu buah server load balancer, satu buah server database, dan satu buah server NFS. akan lebih baik jika server databasenya juga ada tiga, di cluster. tapi ya itu nantilah, dipengembangan berikutnya, dan seberapa penting ini aplikasi digunakan :p

senjata yang saya gunakan adalah :

  1. nginx
  2. nfs
  3. postgresql
  • server load balancer IP 192.168.85.10
  • server A IP 192.168.85.1
  • server B IP 192.168.85.2
  • server C IP 192.168.85.3
  • server NFS IP 192.168.87.3
  • server database IP 192.168.87.4

A. install dan konfig server load balancer

yang pertama adalah instalasi nginx load balancer pada server load balancer. ini instalasi nginx seperti biasa, hanya script untuk configurasinya menggunakan load balancer dengan metode round robind. yang pernah kuliah harusnya tau nih :p . ada beberapa metode, seperti least conn, ya tergantung kebutuhan aja sih, silangkan di explore.

ant@loadbalancer:~$ yum update -y

ant@loadbalancer:~$ yum install -y nginx

ant@loadbalancer:~$ systemctl enable nginx

ant@loadbalancer:~$ systemctl start nginx

ant@loadbalancer:~$ systemctl status nginx

 

nginx

nginx

membuat script configurasi vhost pada nginx

ant@loadbalancer:~$ vi /etc/nginx/conf.d/loadbalancer.conf

isinya :

upstream backend {

server 192.168.85.1;
server 192.168.85.2;
server 192.168.85.3;
}

server {
listen 80;
server_name xxxx.id;
return 301 https://$server_name$request_uri;
location / {
proxy_buffering on;
proxy_buffer_size 1k;
proxy_buffers 24 4k;
proxy_busy_buffers_size 8k;
proxy_max_temp_file_size 2048m;
proxy_temp_file_write_size 32k;
proxy_set_header HOST $host;
proxy_set_header X-Forwarded-Proto $scheme;
proxy_set_header X-Real-IP $remote_addr;
proxy_set_header X-Forwarded-For $proxy_add_x_forwarded_for;
proxy_pass https://backend;
}
}

upstream backendssl {

server 192.168.85.1:443;
server 192.168.85.2:443;
server 192.168.85.3:443;
}

server {
listen 443 ssl;
server_name xxxx.id;
ssl_certificate /etc/nginx/serti/bundle.crt;
ssl_certificate_key /etc/nginx/serti/priv.key;

location / {
proxy_buffering on;
proxy_buffer_size 1k;
proxy_buffers 24 4k;
proxy_busy_buffers_size 8k;
proxy_max_temp_file_size 2048m;
proxy_temp_file_write_size 32k;
proxy_set_header HOST $host;
proxy_set_header X-Forwarded-Proto $scheme;
proxy_set_header X-Real-IP $remote_addr;
proxy_set_header X-Forwarded-For $proxy_add_x_forwarded_for;
proxy_pass https://backendssl;
}
}

 

disini, SSL dari aplikasi akan di handle oleh server loadbalancer.

B. Instalasi nginx pada semua server A,B,C

ant@server-A:~$ yum update -y

ant@server-A:~$ yum install -y nginx

ant@server-A:~$ systemctl enable nginx

ant@server-A:~$ systemctl start nginx

ant@server-A:~$ systemctl status nginx

membuat konfigurasi vhost pada server A,B dan C

server {
listen *:443 ssl;
listen [::]:443 ssl;
root /usr/share/nginx/html/moodle/moodle/;
index index.php index.html index.htm;
server_name 192.168.85.1;

ssl_certificate /etc/nginx/serti/bundle.crt;
ssl_certificate_key /etc/nginx/serti/priv.key;

location / {
try_files $uri $uri/ =404;
}

location /dataroot/ {
internal;
alias /data/moodledata/;
}

location ~ [^/]\.php(/|$) {
fastcgi_split_path_info ^(.+\.php)(/.+)$;
fastcgi_index index.php;
fastcgi_pass unix:/run/php-fpm/php-fpm.sock;
include fastcgi_params;
proxy_buffering on;
proxy_buffer_size 1k;
proxy_buffers 24 4k;
proxy_busy_buffers_size 8k;
proxy_max_temp_file_size 2048m;
proxy_temp_file_write_size 32k;
fastcgi_param PATH_INFO $fastcgi_path_info;
fastcgi_param SCRIPT_FILENAME $document_root$fastcgi_script_name;
}

}

disini, moodledata diarahkan pada server NFS.

C. instalasi postgresql server.

ant@db-server:~$ rpm -Uvh https://yum.postgresql.org/11/redhat/rhel-7-x86_64/pgdg-redhat-repo-latest.noarch.rpm

ant@db-server:~$ yum -y install postgresql11-server postgresql11

ant@db-server:~$ /usr/pgsql-11/bin/postgresql-11-setup initdb

ant@db-server:~$ systemctl enable postgresql-11.service

ant@db-server:~$ systemctl start postgresql-11.service

konfigurasi agar server database postgresql dapat di akses dari luar server. tutorialnya banyak di google, hehe

D. instalasi dan konfigurasi server NFS ke server A,B,C

ant@nfs-server:~$ yum install nfs-utils

ant@nfs-server:~$ mkdir /data/moodledata

ant@nfs-server:~$ vi /etc/exports

/data/moodledata 192.168.85.1(rw,sync,no_root_squash,no_all_squash)
/data/moodledata 192.168.85.2(rw,sync,no_root_squash,no_all_squash)
/data/moodledata 192.168.85.3(rw,sync,no_root_squash,no_all_squash)

ant@nfs-server:~$ systemtl enable nfs-server

ant@nfs-server:~$ systemctl start nfs-server

disini, saya membuat folder /data/moodledata untuk di mount ke server A,B,C

E. mounting disk pada server NFS ke server A,B,C

ant@nfs-server:~$ mkdir /data

ant@nfs-server:~$ mount 192.168.87.3:/data/moodledata /data

tambahkan script ini agar auto mount saat server restart

ant@nfs-server:~$ vi /etc/fstab

192.168.87.3:/data/moodledata /data nfs  defaults    0       0

cek, apakah disk server NFS sudah termount dengan perintah df -h

Screenshot_24

fuih,, capek ya. selanjutnya, siap untuk instalasi moodle nya.

oiya, saya males nulis tutorial install moodle, karena sudah banyak di internet, bisa di pelajari disini : https://docs.moodle.org/39/en/Installing_Moodle

yang perlu diperhatikan pada saat instalasi moodle :

  1. pastikan database sudah di buat di server database postgresql
  2. arahkan moodledata pada folder /data
  3. arahkan database pada IP 192.168.87.4

udah, sekian dulu, kalau tidak berhasil alias gagal, coba di perhatikan gagalnya dimana, atau bisa bertanya pada kolom komentar ya. capek banget saya nulisnya wkwkwkwk.

sekian dulu tulisan tentang High avaibility moodle server using nginx load balancer and nfs server.

sampai bertemu di lain artikel…. :*

 

 

Bagikan saja, itu tidak berat

Postgresql database auto restore

Halo, hari yang lelah, setelah membuat automation dump restore database mariadb/mysql, kali ini membuat script untuk auto dump dan restore untuk database Postgresql.

saya tidak akan mengulang, saya mau merujuk dari artikel saya sebelumnya : http://mandrivaputri.info/2020/08/membangun-data-ware-house-yang-aman/

artikel diatas memang sulit di pahami, karena basic nya saya memang bukan penulis apalagi pengajar, wkwkwkw, tapi setidaknya ini catatan bagi saya jika suatu saat ada pekerjaan serupa, jadi saya bisa lihat lagi dokumentasi saya. atau catatan ini bisa jadi portofolio saya jika saya hendak melamar pekerjaan di tempat lain :p

langsung saja ke script yah, script ini di jalankan di server :

{DATA WARE HOUSE}

yang pertama, kamu pastikan dulu kalau database server untuk postgresqlnya sudah terinstall.

bisa membaca artikel disini : https://computingforgeeks.com/how-to-install-postgresql-12-on-centos-7/

setelah itu, jalankan script dan cronjobnya pada user postgres

[root@db-warehouse ~]# su postgres

bash-4.2$ vi importpostgre.sh
#import db postgre
echo “halo bos”
dropdb database
createdb database
echo “buat db selesai”
cd /home/postgre/db
tar -xf *.tar.bz2
echo “extrac rampung”
rm -rf *.tar.bz2
echo “tar bz sudah di hapus”
for i in `find /home/postgre/db -type f -ctime -1`
do
psql database < $i
done
cd /home/postgre/db
rm -rf *
echo “rampung”

nah, jadi seperti itu scriptnya. jalankan di cronjob pada user postgres.

bash-4.2$ crontab -e

ya pokoknya gitulah, hehehe :*

Bagikan saja, itu tidak berat

Membangun data Ware House yang aman

Halo, kebetulan saat ini saya sedang membangun sebuah data Ware House.

apa itu data ware house ? yaitu sekumpulan database dari bermacam aplikasi yang di kumpulkan dalam satu server.

tujuan adalah untuk melakukan pengolahan data yang sumber datanya di ambil dari bermacam aplikasi tersebut. besar dong ? tentu, namanya juga ware house = gudang data.

kenapa tidak dilakukan pengolahan langsung di aplikasinya ? -sudah, tapi terkadang ada kebutuhan khusus diluar dari aplikasi. karena untuk melakukan perubahan di Production aplikasi sangat tidak di sarankan. SANGAT TIDAKKKKKKKK. JANGAN, TIDAK BOLEH. TITIK.

caranya bagaimana, ? logikanya simple, implementasinya yang gak simple wkwkwkwk

bahan-bahan yang di butuhkan :

1. server Production Aplikasi

2. server backup

3. server data ware house

tahapannya adalah :

{SERVER PRODUCTION}

  1. melakukan backup rutin pada server aplikasi production, caranya : http://mandrivaputri.info/2019/07/membuat-auto-backup-database-server-mariadb/

hal diatas dilakukan di semua server aplikasi yang ingin ditarik databasenya. oh ya, tutorial diatas adalah server dengan database mysql. jika databasenya berbeda, postgre misalnya, lakukan backup dengan cara yang ada di gugel, gampang, asalkan mau.

{SERVER BACKUP}

2. menarik ( get ) database hasil backup di server aplikasi production ke server backup, ini pakai rsync. contohnya seperti ini :

rsync -rzhav –update -e ‘ssh -p 220’ root@192.168.10.3:/home/centos/backupdb/ /data/192.168.10.3/db/

script diatas adalah contoh. jalankan ini di server backup, jalankan di cronjob secara rutin pakai bash script. cara nya cari di google, banyak.

kemudian, mengirim file hasil tarikan di server backup ke server Data ware house.

Screenshot_71

oh iya, siapa bilang sysadmin itu gak perlu ngerti programming. sysadmin harus ngerti programming, komunikasi antar mesin, itu perlu programming, bahasa pemograman yang sering digunakan untuk mesin adalah Python dan Shell Script. diatas adalah sedikit contoh bahasa pemograman shell script dengan bash command.

soalnya saya nyari-nyari di google gak nemu, akhirnya saya bongkar kitab lama saya. hahaha

saya jabarkan code diatas :

untuk i , temukan file yang modifikasi waktunya -1 hari di dalam folder /data/192.168.10.3/db

lalu

kirim data yang di temukan tersebut ke user root yang berada di server 192.168.11.4 di folder /root/db

selesai

{SERVER DATA WARE HOUSE}

setelah server Data ware house menerima kiriman backup database server Production dari server Backup, server Data Ware House bertugas untuk melakukan import database kiriman itu ke database server di Server Data Ware House. bingung ? ngopi dulu gih~~

saya membuat sebuah bash script yang saya jalankan secara rutin. oiya, timing waktu sangat penting, antara :

-server production melakukan backup internal

-server backup menarik data dari server production

-server backup mengirim data ke server data ware house

-server data ware house melakukan import database

timing waktu harus di perhatikan agar tidak miskom. hehehe

begini scriptnya :

Screenshot_72

penjabaran :

baris pertama : melakukan penghapusan database

baris kedua : membuat database baru

baris ketiga : untuk i , temukan file yang modifikasi waktunya -1 hari di dalam folder /root/xxx

baris ke empat : maka

baris ke lima : import file database hasil backupan di folder i ke database server

baris ke enam : selesai

baris ke tujuh : masuk ke folder /root/xxx

baris ke delapan : hapus semua file di folder tsb.

sampai disini, data ware house sudah selesai di bangun, kamu bebas mengolah data di data ware house tersebut tanpa harus menyentuh database aplikasi production. lebih aman bukan ?

disini kamu bisa mengolah data dengan melakukan query, terserah, mau pakai PHP, atau pun tools pengolah data seperti tableau.

sistem ini berjalan secara automatic, data di update sesuai dengan data asli di aplikasi production dengan waktu yang di tentukan oleh cronjob.

kamu tinggal bobok manis, biarkan tim pengolah data yang menggunakan layanan ini, kamu paling tinggal troubleshoot tipis-tipis aja kalau ada masalah. 🙂

Bagikan saja, itu tidak berat

menambahkan kapasitas “diluar jangkauan” pada nextcloud

kasusnya begini, pada server nextcloud yang saya buat, kapasitas penyimpanan hanya saya sediakan sebesar 10 TeraByte, sementara ada user yang meminta kapasitas penyimpanan lebih besar daripada itu, saya juga bingung, doi mau nyimpan apa di server sampai minta sebesar itu, film india kali, hehehehe…

untuk menyelesaikan kasus tersebut. hal yang saya lakukan adalah :

  1. menambahkan kapasitas harddisk server nextcloud
  2. membuat pastisi terpisah pada server untuk user tersebut
  3. attach harddisk tersebut pada akun yang meminta.

point 1 saya selesaikan dengan membuat volume, FIY , cloud servernya menggunakan openstack, jadi saya bisa membuat volume untuk saya attach pada server nexcloudnya. tutorialnya belum ada, nanti nyusul deh.

point ke 2, saya selesaikan setelah membuat volume pada point satu, caranya :

Mempartisi harddisk linux yang lebih dari 2 TB

point ke 3, saya selesaikan dengan langkah-langkah berikut :

login nextcloud

login nextcloud

yang pertama harus login admin dulu, tanpa login admin, kamu bukan apa-apa,. hehehe

setelah login, pada admin, pilih menu settings

setting

setting

kemudian, kamu pilih menu external storages pada Administration

nextcloud

nextcloud

kemudian mulai untuk attach pada akun nextcloud. disini karena bentuknya volume yang saya atatach pada server tersebut, maka saya pilih metodenya local , memasukkan folder berikut akun mana yang di kehendaki. lalu klik centang di sebelahnya.

external storages

external storages

Bai the wayyy, selain metode local, ada juga metode-metode lain, misalnya SFTP , amazon dan lain lain.

sampai disini , sudah selesai. mudah kan.?

Bagikan saja, itu tidak berat

Mempartisi harddisk linux yang lebih dari 2 TB

halo, pada tutorial kali ini adalah cara bagaimana mempartisi harddisk linux yang lebih dari 2 TB.

kasusnya adalah saya membuat volume hdd sebesar 20 TB dan saya attach ke instance server, namun gagal mempartisi menggunakan perintah yang umum, yaitu fdisk.

setelah saya cari tau melalui om google, perintah untuk mempartisi harddisk di linux yang lebih dari 2 TB itu menggunakan perintah parted. oke, cekidot.

fdisk

fdisk

langkah awal adalah memastikan hdd sudah ada di server dan termuat dalam disk mana dengan mengetik perintah :

fdisk -l

dari gambar diatas, hdd sudak berada diserver yang termount di /dev/vdc sebesar 20 TB

parted

parted

langkah selanjutnya adalah mengetikkan perintah parted :

parted /dev/vdc

lalu masukkan perintah-perintah seperti gambar diatas sampai dengan perintah quit.

setelah quit, kini saatnya membuat file system pada harddisk dengan perintah :

mkfs.ext4 /dev/vdc

mkfs.ext4 /dev/sdb1

mkfs.ext4 /dev/vdc

sampai done.

kemudian membuat folder untuk mounting harddisk tersebut, bisa juga di folder yang telah ada, misalnya /media atau /mnt. setelah folder tersedia, berikutnya ketikkan perintah mount :

mount /dev/vdc /mnt

kemudian cek dengan perintah : df -h

Screenshot_1059

harddisk sudah termounting ke folder dan dapat digunakan.

Bagikan saja, itu tidak berat

menambah kapasitas volume pada project di openstack

hai, tutorial kali ini adalah menambahkan kapasitas volume pada project di openstack.

kasusnya adalah, sewaktu project di buat, kapasitas volume pada project tersebut hanya di buat sebesar 19 TeraByte. sementara, saya ingin membuat sebuah volume yang lebih besar dari itu. otomatis donk, jadi limited. untuk menambahkan, berikut caranya, mudah kok lewat GUI.

project openstack

project openstack

yang pertama, dari dashboard menuju menu admin, kemudian cari menu project, lalu kamu pilih project mana yang akan di edit jumlah volumenya.

edit

edit

setelah itu, pilih menu edit project > quotas. maka akan tampil seperti dibawah ini :

Screenshot_1053

kamu tinggal edit sesuai keinginan, lalu klik save. tapi yang perlu di ingat, kamu harus tau besaran fisik dari harddisk yang kamu miliki agar tidak over.

sampai disini, volume sudah berubah

Screenshot_1050

Bagikan saja, itu tidak berat