troubleshoot No route to host setelah ganti port SSH di centOS

hmmm, ceritanya, saya baru saja ganti port SSH di linux untuk alasan keamanan. cara gantinya ada pada artikel ini

Hardening Server #1 . merubah default port akses SSH pada linux

tapi yang muncul malah error seperti ini

ssh error

ssh error

setelah saya googling, rupanya karena selinux dan firewall saya aktif. cara solvednya bukan dengan mematikan selinux maupun firewall, tapi saya menambahkan port SSH costum saya pada rules firewall dan selinux.

semanage port -a -t ssh_port_t -p tcp #PORTCOSTUM

kemudian di firewallnya juga.

firewall-cmd –permanent –add-port=#PORTCOSTUM/tcp
firewall-cmd –reload

jika muncul tulisan success, silahkan coba remote lagi servernya menggunakan port yang baru.

terima kasih telah membaca,

Bagikan saja, itu tidak berat

Membuat instance di openstack

tulisan kali ini adalah cara membuat instance di openstack. openstack itu virtualizor, sama seperti proxmox dan vmware vspare.

*PERHATIAN : tutorial ini hanya untuk orang yang belum pernah berurusan dengan openstack, yang sudah PRO dan hebat, harap SKIP*

sedangkan instance, adalah virtual private server.

pertama-tama, kamu harus login ke dashboard openstack.

login openstack

login openstack

setelah login, pastikan kamu mau buat intance nya di project mana. kemudian klik launch instance.

lauch

setelah itu, mulai memberi nama instance, pada percobaan kali ini, saya memang benar akan membuat server dummy untuk scan vulnerability di aplikasi berbasis web

name instance

name instance

kemudian memilih image, image disini maksudnya adalah jenis sistem operasi apa yang akan dijalankan di server.

image

image

setelah itu, memilih flavor, flavor artinya spesifikasi yang akan dimuat pada server

flavor

flavor

kemudian pilih network, network disini, pilihlah yang internal dari openstack, yaitu network yang berkomunikasi didalam lingkup openstack

network

network

kemudian, pilih keypair. kamu juga bisa inport keypair yang kamu miliki. keypair ini berguna untuk akses server nantinya

keypair

keypair

security group. ini adalah firewall, membatasi port mana saja yang bisa melewati server, defaultnya kita beri all saja, karena biasanya untuk firewall ada diperangkat terpisah.

security

setelah semua yang berbintang diisi, kemudian klik launch instance, tunggu beberapa detik/menit, maka instance akan terbentuk.

dummy server

setelah terbentuk, kemudian menambahkan network eksternal agak server bisa di remote. klik assosiate IP

assosiasi ip

assosiasi ip

klik logo tambah

tambah

jangan lupa diberi namabah, biar mudah tracenya. kemudian klik alocate IP

nama network

nama network

karena sistemnya DHCP, maka IP akan tertambah otomatis.

sukses penambahan ip

sampai tutorial ini selesai ditulis, server sudah bisa di remote menggunakan IP ( dijaringan internal ) dan keypair yang ditambahkan.

setelah selesai membaut instance, kamu bisa melakukan hardening server terlebih dahulu. banyak metodenya, bisa dimulai dari hardening SSH seperti dibawah ini

Hardening Server #1 . merubah default port akses SSH pada linux

atau melakukan instalasi malware detect seperti dibawah ini

Hardening Server #2 Instalasi dan konfigurasi Malware Detect pada linux server

 

 

Bagikan saja, itu tidak berat

solusi harddisk server VPS tidak berubah setelah di tambah

Salah satu VPS saya penuh disknya, tapi harddisk server VPS tidak berubah setelah di tambah. setelah saya cari-cari solusinya, akhirnya nemu, walaupun awalnya saya riskan karena bisa saja datanya kehapus setelah di eksekusi. 😀

penampakan hdd tidak berubah

penampakan hdd tidak berubah

padahal sudah saya tambah jadi 1 TB. tapi yang terbaca si sistem masih 20 GB.

solusinya :

melepaskan disknamenya dulu dengan perintah

ant@linux:~$ growpart /dev/sda 1

setelah itu, serize sekaligus memberi diskname baru

ant@linux:~$ resize2fs /dev/vda1

sudah, beres.

penampakan disk sudah jadi 1 TB

penampakan disk sudah jadi 1 TB

sekian, terima gaji.

Bagikan saja, itu tidak berat