Disable akses root pada phpMyAdmin

phpmyadmin

phpmyadmin

jutaan orang tidak menyadari, bahwa root akses dapat membayakan dirinya sendiri..

melakukan disable root, baik itu login maupun akses, itu memang pedih. bagi sebagian orang yang tidak tau, hehe

metode ini disebut-sebut merenggut kenyamanan dari seorang developer, padahal, yang namanya developer, itu kan sebelum live di production, ya dibuatnya di developer. nah, di production, itu memang harus benar-benar di konfigurasi dengan aman, salah satunya dengan disable root login/akses. jadi kalau production, jangankan root akses, phpmyadmin juga pasti tidak ada, port database juga tidak ada. ya pokoknya seperti itulah, hehehe,

mudah-mudahan kalian mengerti, karena saya tidak sedang berhasrat menulis saat ini. 😀

studi kasusnya linux ubuntu 16

pertama, edit file konfigurasi :

vi /etc/phpmyadmin/config.inc.php

allowroot

allowroot

temukan kata-kata tersebut dalam file yang di edit, pastikan valuenya FALSE

jika belum ada, bisa ditambahkan sendiri

$cfg[‘Servers’][$i][‘AllowRoot’] =FALSE;

kemudian save, dan restart web servernya.

systemctl restart apache2

 

Bagikan saja, itu tidak berat

Konfigurasi One to Many Destination NAT pada firewall Palo Alto

Oke kali ini saya akan bahas tentang saat saya mengkonfigurasi Destination NAT pada firewall Palo Alto.

jadi kasusnya begini, satu buah IP public, bisa di NAT ke beberapa IP server lokal, dalam kasus ini ada empat buah server.

PORT FOWARD

ilustrasinya begitu, saya tidak bisa menggambar 😀

ini kasus baru bagi saya, dan mungkin juga bagi kantor yang tempat saya bekerja sekarang. pasalnya belum ada konfigurasi seperti itu, biasanya, satu IP publik, untuk di NAT kedalam satu IP lokal

maksud dari Destination NAT tersebut adalah, jika user melakukan akses yang bertujuan ke port 80/443 , maka yang menjawab adalah server A , kemudian jika user melakukan akses ke port 70 , maka yang menjawab adalah server B. dan seterusnya.

istilah seperti ini dalam dunia perjaringan adalah port fowarding, yaitu mengarahkan request client ke server sesuai port.

nah untuk melakukan itu di firewall palo alto, ternyata cukup mudah, ( ya kan firewall tersebut harganya ratusan juta, tentunya dilengkapi fitur yang membuat malas memanjakan usernya. 😀

tapi karena ini awal, jadi ya menjadi susah bagi saya, harus mencari tutorial dan bertanya sana sini. dan memakan waktu seharian semalaman lebih untuk proses mencari tahu, untuk implementasinya sendiri memakan waktu seharian juga + trial dan error . 😀 😀

oke, sudah cukup basa basinya, sekarang langsung praktek.

  1. memberikan address pada 4 IP server lokal, dan 1 IP publik. caranya bisa di baca disini

Addresses server pada firewall Palo Alto

2. membuat grup port untuk masing-masing server,

grup port

grup port

diatas adalah salah satu server, server yang lainnya juga sama cara membuatnya.

3. setelah diberikan address, selanjutnya adalah melakukan SNAT dan DNAT kira-kira begini Prof Of Conceptnya

destination nat palo alto

destination nat palo alto

untuk Source NAT ( dari server lokal ke internet ) disini konfigurasinya Many To One, yaitu 4 buah server yang keluarnya hanya 1 buah IP publik, untuk Many to One, tidak perlu menggunakan port fowarding.

nah, untuk Destination NAT, ( dari internet ke server lokal ) disini konfigurasinya Many To One, menggunakan port fowarding.

sampai disini, untuk konfigurasi SNAT DNAT sudah sesuai, tinggal konfigurasi Port security yang akan saya bahas dilain waktu.

bersambung………

Bagikan saja, itu tidak berat

menambahkan kapasitas “diluar jangkauan” pada nextcloud

kasusnya begini, pada server nextcloud yang saya buat, kapasitas penyimpanan hanya saya sediakan sebesar 10 TeraByte, sementara ada user yang meminta kapasitas penyimpanan lebih besar daripada itu, saya juga bingung, doi mau nyimpan apa di server sampai minta sebesar itu, film india kali, hehehehe…

untuk menyelesaikan kasus tersebut. hal yang saya lakukan adalah :

  1. menambahkan kapasitas harddisk server nextcloud
  2. membuat pastisi terpisah pada server untuk user tersebut
  3. attach harddisk tersebut pada akun yang meminta.

point 1 saya selesaikan dengan membuat volume, FIY , cloud servernya menggunakan openstack, jadi saya bisa membuat volume untuk saya attach pada server nexcloudnya. tutorialnya belum ada, nanti nyusul deh.

point ke 2, saya selesaikan setelah membuat volume pada point satu, caranya :

Mempartisi harddisk linux yang lebih dari 2 TB

point ke 3, saya selesaikan dengan langkah-langkah berikut :

login nextcloud

login nextcloud

yang pertama harus login admin dulu, tanpa login admin, kamu bukan apa-apa,. hehehe

setelah login, pada admin, pilih menu settings

setting

setting

kemudian, kamu pilih menu external storages pada Administration

nextcloud

nextcloud

kemudian mulai untuk attach pada akun nextcloud. disini karena bentuknya volume yang saya atatach pada server tersebut, maka saya pilih metodenya local , memasukkan folder berikut akun mana yang di kehendaki. lalu klik centang di sebelahnya.

external storages

external storages

Bai the wayyy, selain metode local, ada juga metode-metode lain, misalnya SFTP , amazon dan lain lain.

sampai disini , sudah selesai. mudah kan.?

Bagikan saja, itu tidak berat

Mempartisi harddisk linux yang lebih dari 2 TB

halo, pada tutorial kali ini adalah cara bagaimana mempartisi harddisk linux yang lebih dari 2 TB.

kasusnya adalah saya membuat volume hdd sebesar 20 TB dan saya attach ke instance server, namun gagal mempartisi menggunakan perintah yang umum, yaitu fdisk.

setelah saya cari tau melalui om google, perintah untuk mempartisi harddisk di linux yang lebih dari 2 TB itu menggunakan perintah parted. oke, cekidot.

fdisk

fdisk

langkah awal adalah memastikan hdd sudah ada di server dan termuat dalam disk mana dengan mengetik perintah :

fdisk -l

dari gambar diatas, hdd sudak berada diserver yang termount di /dev/vdc sebesar 20 TB

parted

parted

langkah selanjutnya adalah mengetikkan perintah parted :

parted /dev/vdc

lalu masukkan perintah-perintah seperti gambar diatas sampai dengan perintah quit.

setelah quit, kini saatnya membuat file system pada harddisk dengan perintah :

mkfs.ext4 /dev/vdc

mkfs.ext4 /dev/sdb1

mkfs.ext4 /dev/vdc

sampai done.

kemudian membuat folder untuk mounting harddisk tersebut, bisa juga di folder yang telah ada, misalnya /media atau /mnt. setelah folder tersedia, berikutnya ketikkan perintah mount :

mount /dev/vdc /mnt

kemudian cek dengan perintah : df -h

Screenshot_1059

harddisk sudah termounting ke folder dan dapat digunakan.

Bagikan saja, itu tidak berat

menambah kapasitas volume pada project di openstack

hai, tutorial kali ini adalah menambahkan kapasitas volume pada project di openstack.

kasusnya adalah, sewaktu project di buat, kapasitas volume pada project tersebut hanya di buat sebesar 19 TeraByte. sementara, saya ingin membuat sebuah volume yang lebih besar dari itu. otomatis donk, jadi limited. untuk menambahkan, berikut caranya, mudah kok lewat GUI.

project openstack

project openstack

yang pertama, dari dashboard menuju menu admin, kemudian cari menu project, lalu kamu pilih project mana yang akan di edit jumlah volumenya.

edit

edit

setelah itu, pilih menu edit project > quotas. maka akan tampil seperti dibawah ini :

Screenshot_1053

kamu tinggal edit sesuai keinginan, lalu klik save. tapi yang perlu di ingat, kamu harus tau besaran fisik dari harddisk yang kamu miliki agar tidak over.

sampai disini, volume sudah berubah

Screenshot_1050

Bagikan saja, itu tidak berat

Tshoot error FTP directory listing

berawal dari laporan, jika salah satu client tidak bisa akses server via FTP. saya sendiri sudah tidak suka dengan FTP, tidak secure, tapi ya gimana lagi, permintaan client, katanya client adalah raja, hahaha

WhatsApp Image 2020-03-24 at 18.07.23

nah, seperti itu tampilannya, saya menduga ada yang tidak beres dengan jalur FTPnya.

disana tertulis sudah terkoneksi dengan server, tapi server tidak mau menampilkan directory, artinya, masih ada module yang di protect oleh firewall.

entah mengapa, saya langsung tertuju ke firewall, dugaan saya kuat kesitu soalnya, wkwkkw

oke, saya kemudian OTW cek firewall. jadi cara ceknya begini :

  • mengetahui IP publik dari FTP yang tidak bisa tersebut.
  • cek di trafik incoming ( dari jaringan luar ke server tertuju ke IP publik diatas, ditambah dengan port tujuan, ya. port 21 [FTP]
palo alto

palo alto

saya merasa ada yang kurang tepat saja sih, hehehe, oiya , firewall yang saya gunakan ini palo alto.

setelah melihat trafik, saya OTW ke rule security dari server tersebut, saya tambahkan aplikasi FTP pada rule,

Screenshot_966

setelah itu, tidak lupa saya commit perintahnya. karena hidup ini butuh komitmen, hahaha..

dan, saya coba lagi, akhirnya berhasil.

Screenshot_968

oke, cukup sekiloan laporan trouble shoot dari saya,

terima gaji.

Bagikan saja, itu tidak berat

Troubleshoot web server yang “lelah” karena melayani request

halo gaesss. catatan kali ini tentang Troubleshoot web server yang “lelah” karena melayani request.

jadi ceritanya pagi-pagi seorang client berkabar kepada saya melalui pesan singkat WA, mengabarkan kalau doi gak bisa akses aplikasi.

Screenshot_830

oke, saya cek emang bener aplikasinya tidak dapat diakses. lantas saya mulai remote servernya. pertama-tama, yang saya lihat adalah service default untuk menjalankan aplikasi ini, yaitu web server, dan database server.

Screenshot_834

dari hasil pengecekan, service masih berjalan. berarti dari sisi service aman. tahap berikutnya, saya melihat log dari service web server.

brute force attack

brute force attack

Dari error terbaca bahwa terdapat request file dalam jumlah besar dalam waktu bersamaan, terdapat limitasi dari konfigurasi default security server untuk membatasinya agar load CPU dan RAM tidak melonjak.

hmmm, sampai disini, saya curiga server ini sedang di attack, kalau memang manusia yang request, pasti tidak mungkin sebanyak ini. ini pasti robot ( script ). tahap berikutnya, saya cek firewall.

melakukan pengecekan trafik pada firewall untuk melihat request yang masuk ke server

brute force attack 2

brute force attack 2

Benar terdapat request dalam jumlah besar yang koneksinya di reset oleh server.

kemudian melakukan pengecekan threat pada firewall untuk melihat paket yang masuk ke server.

Screenshot_831

Server sedang diserang dengan metode Dictionary Attack pada port 80.

Dikarenakan kebutuhan mendesak, agak layanan kembali hidup dan server memiliki spesifikasi fisik CPU 16 core dan RAM 32 GB, saya memutuskan untuk meng-allow trafik pada server. Dengan spesifikasi diatas, server diperkirakan mampu menahan script scanner.

spek server

spek server

cara Troubleshootingnya adalah Melakukan edit pada file /etc/security/limits.conf

kemudian menambahkan pada baris akhir file tsb dengan :

ulimit -n 16384

setelah itu melakukan restart pada web server.

layanan kembali dapat digunakan.

Bagikan saja, itu tidak berat

troubleshoot No route to host setelah ganti port SSH di centOS

hmmm, ceritanya, saya baru saja ganti port SSH di linux untuk alasan keamanan. cara gantinya ada pada artikel ini

Hardening Server #1 . merubah default port akses SSH pada linux

tapi yang muncul malah error seperti ini

ssh error

ssh error

setelah saya googling, rupanya karena selinux dan firewall saya aktif. cara solvednya bukan dengan mematikan selinux maupun firewall, tapi saya menambahkan port SSH costum saya pada rules firewall dan selinux.

semanage port -a -t ssh_port_t -p tcp #PORTCOSTUM

kemudian di firewallnya juga.

firewall-cmd –permanent –add-port=#PORTCOSTUM/tcp
firewall-cmd –reload

jika muncul tulisan success, silahkan coba remote lagi servernya menggunakan port yang baru.

terima kasih telah membaca,

Bagikan saja, itu tidak berat

Membuat instance di openstack

tulisan kali ini adalah cara membuat instance di openstack. openstack itu virtualizor, sama seperti proxmox dan vmware vspare.

*PERHATIAN : tutorial ini hanya untuk orang yang belum pernah berurusan dengan openstack, yang sudah PRO dan hebat, harap SKIP*

sedangkan instance, adalah virtual private server.

pertama-tama, kamu harus login ke dashboard openstack.

login openstack

login openstack

setelah login, pastikan kamu mau buat intance nya di project mana. kemudian klik launch instance.

lauch

setelah itu, mulai memberi nama instance, pada percobaan kali ini, saya memang benar akan membuat server dummy untuk scan vulnerability di aplikasi berbasis web

name instance

name instance

kemudian memilih image, image disini maksudnya adalah jenis sistem operasi apa yang akan dijalankan di server.

image

image

setelah itu, memilih flavor, flavor artinya spesifikasi yang akan dimuat pada server

flavor

flavor

kemudian pilih network, network disini, pilihlah yang internal dari openstack, yaitu network yang berkomunikasi didalam lingkup openstack

network

network

kemudian, pilih keypair. kamu juga bisa inport keypair yang kamu miliki. keypair ini berguna untuk akses server nantinya

keypair

keypair

security group. ini adalah firewall, membatasi port mana saja yang bisa melewati server, defaultnya kita beri all saja, karena biasanya untuk firewall ada diperangkat terpisah.

security

setelah semua yang berbintang diisi, kemudian klik launch instance, tunggu beberapa detik/menit, maka instance akan terbentuk.

dummy server

setelah terbentuk, kemudian menambahkan network eksternal agak server bisa di remote. klik assosiate IP

assosiasi ip

assosiasi ip

klik logo tambah

tambah

jangan lupa diberi namabah, biar mudah tracenya. kemudian klik alocate IP

nama network

nama network

karena sistemnya DHCP, maka IP akan tertambah otomatis.

sukses penambahan ip

sampai tutorial ini selesai ditulis, server sudah bisa di remote menggunakan IP ( dijaringan internal ) dan keypair yang ditambahkan.

setelah selesai membaut instance, kamu bisa melakukan hardening server terlebih dahulu. banyak metodenya, bisa dimulai dari hardening SSH seperti dibawah ini

Hardening Server #1 . merubah default port akses SSH pada linux

atau melakukan instalasi malware detect seperti dibawah ini

Hardening Server #2 Instalasi dan konfigurasi Malware Detect pada linux server

 

 

Bagikan saja, itu tidak berat

solusi harddisk server VPS tidak berubah setelah di tambah

Salah satu VPS saya penuh disknya, tapi harddisk server VPS tidak berubah setelah di tambah. setelah saya cari-cari solusinya, akhirnya nemu, walaupun awalnya saya riskan karena bisa saja datanya kehapus setelah di eksekusi. 😀

penampakan hdd tidak berubah

penampakan hdd tidak berubah

padahal sudah saya tambah jadi 1 TB. tapi yang terbaca si sistem masih 20 GB.

solusinya :

melepaskan disknamenya dulu dengan perintah

ant@linux:~$ growpart /dev/sda 1

setelah itu, serize sekaligus memberi diskname baru

ant@linux:~$ resize2fs /dev/vda1

sudah, beres.

penampakan disk sudah jadi 1 TB

penampakan disk sudah jadi 1 TB

sekian, terima gaji.

Bagikan saja, itu tidak berat